Selasa, 14 April 2015
Jumat, 03 Januari 2014
Dampak Mengerikan Dibalik Pornografi
Share dari tulisan salah seorang ikhwan di Kaskus….
Baca sampai akhir gan, bikin merindingSering kita dengar kalau Bahaya Pornografi itu adalah merusak otak, mengacaukan pikiran, membuat malas. Just it ??? Ahhhhhh….. saya belum merasa belum puas dengan semua penjabaran itu. Saya butuh yang lebih ekstrim penjabarannya. Setelah mencari – cari beberapa referensi dan mendengarkan ceramah orang, yang tak kunjung menghilangkan dahaga penasaran itu,…… akhirnya saya sekarang tahu Bahayanya Pornografi Bagi Siapapun pecandunya ! Dan sekarang saya ingin berbagi kepada anda.
Saya yakin penjabaran saya akan menjelaskan secara krusial, intinya bahaya pornografi itu apa !
Jadi saya mohon banget perhatian anda sebentar !
Jadi kalau lagi chatting sambil
ngakak-ngakak, lagi facebukan untuk ngomentarin status-status teman,
lagi download lagu dan film, atau lagi ngeliat-ngeliat gambar….
Plise………. STOP dulu !!!
Baca artikel ini sampai selesai. Baru anda boleh melanjutkan kegiatan anda tadi. Oke ???
Kita Mulai !!!
Pada hari Jumat 1 Oktober 2010 saya
mengikuti seminar sehari yand diadakan oleh Yayasan Kita & Buah Hati
yang ”dikomandani ” Ibu Elly Risman ,Psi . Pembicaranya adalah : Ibu
Elly Risman,Psi dan Dr. Randall F. Hyde,Ph.D
Dr. Randall F. Hyde,Ph.D adalah seorang
psikolog senior di negara Amerika sana. Sedangkan Ibu Elly Risman,Psi
adalah pakarnya parenting di Indonesai ini.
Pembukaan:
Dia (Dr. Randall F. Hyde,Ph.D) berkata :
”percayalah pornografi adalah suatu
bencana yang kami sendiri ( maksudnya negara Amerika sendiri ) keteteran
. Negara kami dapat mempersiapkan perang, dengan senjata dan tentara.
Negara kami bisa menghadapi penyakit dengan temuan obat – obat dengan
penelitian ilmuwan kami. Tapi untuk pornografi…percayalah…. pada
awalnya kami tidak siap dan tidak tahu cara apa yang harus dilakukan
untuk melawannya. “
Oia, merebaknya pornografi di Amerika pada saat sekarang, sudah jauh berkurang dibandingkan 20 tahun silam.
Ya ! anak – anak di Amerika sana serta
remaja -remaja disana dilanda pornografi 20 tahun lalu. Waktu lagi parah
– parahnya banget. Sekarang bisa dikatakan sudah sembuh untuk ukuran
penyakit satu negara. Kalau negera kita Indonesia, sekarang inilah yang
lagi merebak – rebaknya !
”Maka dari itu saya (Dr. Randall F.
Hyde,Ph.D) datang kesini, karena saya ingin ikut dalam upaya pembersihan
pornografi di negara kita ini. Karena negara kamipun pernah dilanda
bencana ini. Dan itu sangat mengganggu. Dan syukurnya kami sudah
melewati itu sekarang. “
Dia juga berkata : ” I love your country, I love your people ” ( Saya sempat terharu mendengarnya )
2 detik kemudian saya tertawa, karena berikutnya dia mengatakan : ” I love your cendol too “ Gurakrak hahaha !
—
Di tubuh kita banyak hormon yang bekerja.
—
Di tubuh kita banyak hormon yang bekerja.
(Tenang bagi yang agak alergi dengan istilah kimia…. meskipun nanti ada istilah kimia, akan dijelaskan secara santai kok ^_^)
Ada 4 hormon yang yang dirusak cara
kerjanya. Hormon ini jika bekerja secara normal. Akan menguntungkan
kita. Nah pornografi membuat ke – 4 hormon ini keluar secara berlebihan
dan terus menerus.
—
Inilah “daging” dari artikel ini !
—
—
Inilah “daging” dari artikel ini !
—
* DOPAMINE *
Kalau anda sedang kesusahan mengerjakan
suatu soal matematika saat ujian, dateng telat, belom makan, eh pas
datang ternyata soalnya susah banget… anda pasrah…. lunglai…. merasa
bakal jeblok nilanya…. gara-gara tidak ada satupun soal yang bisa anda
kerjakan…
Lagi frustasi frustasinya, tiba -tiba ketemu cara ngerjain soalnya,….. YES !!!!!! I Got IT !!!!! Alhamdullillah !
Bagaimana perasaanya ???? Senang yang bukan main bukan ???!!!! Serasa puas campur bahagia !
Seperti itulah efek hormon dopamine kalau lagi bekerja. Menimbulkan SENSASI Puas, senang , bahagia di dalam dada.
Eits… tunggu dulu…,
Efek dopamine ternyata menimbulkan peningkatan kebutuhan level.
Maksudnya gini… kalau kemaren anda puas
dan loncat loncat kegirangan gara – gara mengerjakan soal anak TK,
apakah saat besoknya anda mengerjakan soal yang sama anda merasa puas
dan loncat loncat yang sama dengan yang anda lakukan kemaren ???
Tentu tidak ! Anda pasti butuh untuk bisa
mengerjakan soal anak SD, baru loncat – loncat kegirangan lagi. Betul
gak ??? Seperti itulah efek dari bekerjanya si dopamine.
NAHHHHH ! pornografi itu membuat si dopamine bekerja terus menerus ! sayangnya penyebab dia bekerja adalah karena pornografi !
Ilustrasi :
- Pertama kali si Nyoman akan berteriak ” oh my god gambar apa sih tuh ! ” ( sambil tutup mata tapi agak direnggangin jarinya buat ngintip )
- eh kemaren gambar apa sih … ? mengunjungi lagi situs yang menampilkan gambar perempuan memakai bikini tersebut. Dilihat terus….,
- Besok – besoknya si Nyoman harus melihat perempuan bertelanjang dada agar bisa merasakan sensasi yang ” wuooowwww “
- Besoknya tentu harus melihat yang lebih parah dari melihat perempuan bertelanjang dada. Bisa yang cuma pakai kancut doank atau langsung bugil.
Begitu seterusnya… dari melihat cewe
bugil, melakukan seks, ….. lebih parah…, terus dan terus…, Harus lebih
parah atau minimalnya beda gambar, agar merasakan sensasi ” wuooowwww “.
Bisa dibayangkan kan , setelah puas
melihat gambar – gambar yang terparah sekalipun…apa yang harus dilakukan
agar merasakan sensasi ” wuooowwww ” ??? Nonton videonya beneran donk !
Lalu seterus dan seterusnya ? Melakukan seks beneran donk ! Bener
banget !
Waktu melakukan seks juga begitu…. karena
dari awalnya dilandaskan si dopamine tadi, maka akan beda dengan seks
yang dilakukan orang normal yang biasa. Dia selalu butuh teknik seks
yang baru, baru dan baru, kalau perlu yang gak normal dan aneh. Makanya
kalau para pelaku seks yang melakukan seks gara – gara pertamanya dia
terpincut pornografi, akan butuh gaya yang baru dan menuju ke arah
penyimpangan seksual. Sampai jadi nyoba incest ( berhubungan dengan
saudara sendiri ), berhubungan seks dengan binatang, pemerkosaan,
penyiksaan dalam seks. Hanya karena butuh utuk merasakan sensasi ”
wuooowwww ” tersebut.
Mereka tahu itu salah, tapi tetap melakukannya.Mereka tahu itu salah, tapi tidak bisa melawannya.
Itulah parahnya hormon dopamine yang dibikin bekerja secara terus menerus oleh pornografi !
* NEUROPINIPHRIN *
Kalau seorang pebisnis sejati, otaknya
dipenuhi dengan yang namanya peluang dan keuntungan. Ngeliat usaha yang
bisa dijadikan ladang uang, selalu dimanfaatkan dengan baik. Instingnya
ke bisniiiiis mulu !
Nah inilah yang terjadi juga terhadap
para pecandu pornografi. Otaknya selalu berputar – putar dengan yang
namanya pornografi. Ngeliat yang ngerangsang dikit, otak udah
ngebayanginnya yang lain lain.
Kalau ada perempuan yang memakai baju
seksi, mungkin orang normal hanya kan berkata ” perempuan itu seksi” .
Tetapi kalau orang yang sudah kecanduan pornografi, akan berfikir,
gimana ya rasanya bersetubuh dengan dia…, ( sambil ngiler diem diem bego
gitu )
Lagi berdiri disamping perempuan.
langsung otaknya ngeres dah ! padahal perempuannya biasa aja. gak
ngedance, ngeliuk-liukin badan, apalagi striptise. Sama sekali enggak !
Tapi otaknya sudah yang gimanaaaa gitu.
Itulah yang dirasakan orang yang sudah berurusan dengan pornografi. Ngerusak otak !
Nah inilah yang sering digembor-gemborkan
orang bahwa pornografi itu ngerusak otak. inilah yang diamaksudkan.
Sering terbayang selalu.
Akibatnya tidak bisa berfikir jernih,
males belajar, males mikir, males kretif. Karena otaknya sudah dipenuhi
dengan daftar kosakata atau kejadian yang bisa otak dia
sambung-sambungin dengan yang namanya seks.
Kerjaannya siapa ? kerjaannya hormon neorupiniphrin yang sudah disutradarai oleh pornografi.
* SEROTONIN *
Saat seorang perokok lagi stress, dia
akan merokok. Kenapa begitu ??? karena rokok adalah sesuatu yang bisa
membuatnya senang… tentram…, damai,….. piss,…. ( itulah betapa shittnya
rokok ! )
Itulah efek kerja dari hormon serotonin.
Membuat seseorang merasa nyaman saat hormon itu keluar. Nah saat orang
bersentuhan dengan yang namanya pornografi, hormon itupun keluar.
Fly…… lihat porno, gw fly gw tenang, gw oke…. piss man….. Efeknya ????!!!!
Setiap orang itu kesel… orang itu
frustasi… orang itu sedih… orang itu kesepian… orang itu mengalamai hal
yang menyulitkan dirinya…. dia akan lari ke pornografi ! Karena itu yang
membuatnya tentram.
Sedih ya ??? yaiyalah…
Kalo orang stress, pelariannya ke ibadah.. mantep ! Kalo pelariannya ke bermiditasi..keren !
Kalau pelariannya ke hang out bersama
teman- teman atau kalau yang perempuan shooping ? Masih okelah. Lah
kalau sebuah pelarian haruslah ke pornografi misalkan langsung ke warnet
dan langsung searching pretty ukrainian girl ??? yalkkk!
* OKSITOSIN*
Anda tahu kenapa seorang ibu dengan anak – anaknya ada ikatan batin ? Karena hormon oksitosinlah jawabannya.
Saat seorang ibu melahirkan, hormon
oksitisoin terpancar banjir keluar dari tubuhnya. Nah efeknya adalah,
dia mencintai sesuatu yang membuat orang tersebut mengeluarkan hormon
oksitosin itu ! Karena si ibu itu jadi keluar hormon oksitosinnya, gara –
gara anak yang dilahirkannya tersebut ! Maka dia akan jadi punya ikatan
batin dengan anak tersebut ! Itulah sistem kerjanya si hormon okitosin.
Pornografi itu membuat hormon oksitosin
bekerja secara terus menerus pada saat si orang tersebut mengakses
pornografi. Sudah tahu kan akibatnya jadi seperti apa ? Dia menjadi
terikat secara batin dengan pornografi tersebut. Makanya yang kecanduan
pornografi itu, ada rasa kangen, jika tidak melihat pornografi selama
beberapa hari. Jyaaaalllk cuih ! terikat batin dengan pornografi !
Apa yang bisa dibanggakan dengan terikatnya seseorang dengan pornografi ???
—
Itulah penjabaran saya tentang bahaya pornografi yang saya dapat dari Dr. Randall F. Hyde.
Semoga jelas…. semoga nancep. Semoga makin sadar kalau pornografi itu menyebabkan kerusakan otak secara permanen tapi perlahan. yaiyalah ! yang diserang otak !
Itulah penjabaran saya tentang bahaya pornografi yang saya dapat dari Dr. Randall F. Hyde.
Semoga jelas…. semoga nancep. Semoga makin sadar kalau pornografi itu menyebabkan kerusakan otak secara permanen tapi perlahan. yaiyalah ! yang diserang otak !
Bagi yang baca ini setelah ingin memulai
terjun di bidang pornografi, yah sebaiknya berhenti ya. Bagi yang sudah
kecanduan dan merasa artikel ini ” kok kayaknya gw banget “, silahkan
sadar dengan sesadar-sadarnya bahwa pornografi itu gak bagus frend!
Kecanduan pornografi sebenarnya sama
dengan kecanduan narkoba. Kalau kencauan narkoba jelas keliatan
parahnya. Kalau kecanduan pornografi tidak kelihatan secara fisik.
Tahu – tahu sudah bego aja tuh otak. Dan serasa tidak berguna yang namanya hidup.
—
—
Spoilerfor Pesan Buat Agan:
Oia, terakhir nih….,Saat sebelum seminar ini dimulai, saya diminta oleh Bu Elly Risman untuk melakukan hal ini ! Sampaikan apa yang kalian dapatkan selama seminar ini kepada minimal 3 orang. Dan katakan kepada orang yang anda sampaikan, untuk menyampaikan kepada minimal 3 orang juga.Saya menuliskan di blog saya ini, saya rasa yang membaca sudah lebih dari 3 orang. So amanah dari si Dr. Randall sudah saya jalankan. Nah buat anda yang sudah baca sampai sini, saya memberikan amanah kepada anda untuk meneruskannya lagi kepada minimal 3 orang.Boleh anda ceritakan dari satu mulut ke mulut, pajang di tautan facebook anda ( Di bawah ada tombol ” Share On facebook ” ), anda kirim ke email teman anda, copy paste di blog anda. Kalau anda mau copy paste bulet bulet di blog anda juga gak papa. Anda cantumkan sumber dan linknya ya bagus. Gak mencantumkan juga gak papa.Yang penting pengetahuan ini bisa tersebar kepada seluruh penduduk Indonesia. Mari bersama – sama berjuang untuk melawan pornografi yang sedang merebak di negeri kita ini. Dari diri kita, anak – anak kita, untuk sekitar dan teman – teman kita. Dan untuk negera kita tercinta.Yang mau repost, copas, ngelink di blog, di jejaring sosial, dimana aja boleh gan, gak usah minta ijin. Coz ane juga copas dari blog orang.
Terus banyak yang tanya tentang solusi
dan gimana cara menghentikannya kalau udah kecanduan pornografi. Kalau
ini solusi ane yang menurut ane paling mujarab:
Tambahan Dari Admin
Kiat-kiat Untuk Membuang Fikiran Kotor
Pertanyaan: Assalamu’alaikum, Ustadz, saya ingin bertanya: Bagaimana caranya untuk menghilangkan pikiran kotor? karena hal itu membuat saya tidak bisa konsentrasi dalam belajar. Apakah saya harus diruqyah? dan apakah saya harus segera menikah? terima kasih. Wassalamu’alaikum. [Dian]
Jawaban Ustadz:
‘Alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh, Cara untuk menghilangkan pikiran kotor dapat dilakukan dengan beberapa hal
berikut:
berikut:
Pertama,
Menjauhi segala sebab yang dapat menimbulkan hal tersebut seperti menonton film, membaca cerita porno atau berita tentang terjadinya pemerkosaan, begitu juga melihat gambar porno, serta menjaga pandangan dari melihat wanita (apa lagi di negeri kita porno aksi sebagai santapan yang biasa dinikmati), semoga Allah melindungi kita dari fitnah wanita dan fitnah dunia.
Menjauhi segala sebab yang dapat menimbulkan hal tersebut seperti menonton film, membaca cerita porno atau berita tentang terjadinya pemerkosaan, begitu juga melihat gambar porno, serta menjaga pandangan dari melihat wanita (apa lagi di negeri kita porno aksi sebagai santapan yang biasa dinikmati), semoga Allah melindungi kita dari fitnah wanita dan fitnah dunia.
Kedua,
Mengambil pelajaran dari kisah para nabi atau orang sholeh yang mampu menjaga diri ketika dihadapkan kepada fitnah wanita, seperti kisah nabi Yusuf ‘alaihissalam, betapa beliau saat digoda oleh wanita yang bangsawan lagi cantik, tapi hal itu tidak mampu menebus tembok keimanan beliau, bahkan beliau memilih untuk ditahan dari pada terjerumus ke dalam maksiat.
Mengambil pelajaran dari kisah para nabi atau orang sholeh yang mampu menjaga diri ketika dihadapkan kepada fitnah wanita, seperti kisah nabi Yusuf ‘alaihissalam, betapa beliau saat digoda oleh wanita yang bangsawan lagi cantik, tapi hal itu tidak mampu menebus tembok keimanan beliau, bahkan beliau memilih untuk ditahan dari pada terjerumus ke dalam maksiat.
Ketiga,
Ingat akan besarnya pahala diri di sisi Allah yang dijanjikan bagi orang yang mampu menjaga kehormatan diri sebagaimana yang disebutkan dalam hadits tujuh golongan yang akan mendapat naungan dari Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan Allah disebutkan di antaranya adalah seorang pemuda yang diajak untuk melakukan zina oleh seorang wanita cantik lagi bangsawan, anak muda itu menjawab: “Aku takut pada Allah”. Di samping mengingat tentang balasan yang akan diterimanya dalam surga yaitu bidadari yang senyumnya berkilau bagaikan cahaya, silakan baca bagaimana kecantikan bidadari yang diceritakan Allah dalam Al Quran.
Ingat akan besarnya pahala diri di sisi Allah yang dijanjikan bagi orang yang mampu menjaga kehormatan diri sebagaimana yang disebutkan dalam hadits tujuh golongan yang akan mendapat naungan dari Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan Allah disebutkan di antaranya adalah seorang pemuda yang diajak untuk melakukan zina oleh seorang wanita cantik lagi bangsawan, anak muda itu menjawab: “Aku takut pada Allah”. Di samping mengingat tentang balasan yang akan diterimanya dalam surga yaitu bidadari yang senyumnya berkilau bagaikan cahaya, silakan baca bagaimana kecantikan bidadari yang diceritakan Allah dalam Al Quran.
Keempat,
Ingat betapa besarnya azab yang akan diterima bagi orang yang melakukan zina silakan baca ayat-ayat dan hadits-hadits yang mengharamkan zina, seperti yang disebutkan dalam hadits bawa para pezina akan diazab dalam gerbong yang berbentuk kerucut, yang arah kuncupnya ke atas di bawahnya dinyalakan api bergelora dan membara, mereka melayang-layang dalam gerbong yang berbentuk kerucut tersebut karena disembur api dari bawah, tapi tidak bisa keluar karena lobang atas gerbong itu sangat kecil. Mereka berteriak dan memekik sekuat-kuatnya, sehingga pekik satu sama lainnya pun menyiksa. Semoga Allah menjauhkan kita dari api neraka.
Ingat betapa besarnya azab yang akan diterima bagi orang yang melakukan zina silakan baca ayat-ayat dan hadits-hadits yang mengharamkan zina, seperti yang disebutkan dalam hadits bawa para pezina akan diazab dalam gerbong yang berbentuk kerucut, yang arah kuncupnya ke atas di bawahnya dinyalakan api bergelora dan membara, mereka melayang-layang dalam gerbong yang berbentuk kerucut tersebut karena disembur api dari bawah, tapi tidak bisa keluar karena lobang atas gerbong itu sangat kecil. Mereka berteriak dan memekik sekuat-kuatnya, sehingga pekik satu sama lainnya pun menyiksa. Semoga Allah menjauhkan kita dari api neraka.
Kelima,
Menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat, jangan banyak menyendiri dan berkhayal. Di samping selalu berdoa kepada Allah supaya dihindarkan dari berbagai maksiat.
Menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat, jangan banyak menyendiri dan berkhayal. Di samping selalu berdoa kepada Allah supaya dihindarkan dari berbagai maksiat.
Keenam,
Bila memiliki kemampuan untuk berkeluarga ini adalah jalan yang paling terbaik yang dianjurkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, bila tidak mampu maka usahakan berpuasa Senin Kamis, wallahu a’lam.
Bila memiliki kemampuan untuk berkeluarga ini adalah jalan yang paling terbaik yang dianjurkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, bila tidak mampu maka usahakan berpuasa Senin Kamis, wallahu a’lam.
***
Dijawab Oleh: Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra,M.A.
Dijawab Oleh: Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra,M.A.
Artikel www.konsultasisyariah.com
Selasa, 31 Desember 2013
Jumat, 11 Oktober 2013
COPEPODA
COPEPODA
(Makalah
Zooplankton TBPH)
Oleh
Aan
Pratama
1114111001
JURUSAN
BUDIDAYA PERAIRAN
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
LAMPUNG
2013
1.
Pengertian Zooplankton
Zooplankton
merupakan anggota plankton yang bersifat hewani, sangat beraneka ragam dan
terdiri dari bermacam larva dan bentuk dewasa yang mewakili hampir seluruh
filum hewan. Zooplankton memiliki ukuran yang lebih besar dari fitoplankton
(Nontji, 1987).
Effendi (1997)
membagi ukuran zooplankton dengan ketentuan khusus, yaitu makrozooplankton yang
berukuran lebih besar dari 2 cm, dan mesozooplankton yang berukuran 200 –
20.000 m. Larva ikan maupun ikan-ikan muda yang bersifat planktonik disebut
ichtyoplankton umumnya berukuran besar. Umumnya zooplankton mempunyai alat
gerak seperti flagel, cilia atau kaki renang, namun tidak dapat melawan
pergerakan air (Raymont, 1963).
Zooplankton
melakukan migrasi secara vertikal. Migrasi vertikal ialah migrasi harian yang
dilakukan oleh organisme zooplankton tertentu ke arah dasar laut pada siang hari
dan ke arah permukaan laut pada malam hari. Rangsangan utama yang mengakibatkan
terjadinya migrasi vertikal harian pada zooplankton adalah cahaya. Cahaya
mengakibatkan respon negatif bagi para migran, mereka bergerak menjauhi
permukaan laut bila intensitas cahaya di permukaan meningkat. Sebaliknya mereka
akan bergerak ke arah permukaan laut bila intensitas cahaya di permukaan
menurun (Prasad, 1956).
Brooks (1969)
menjelaskan bahwa zooplankton yang meliputi semua hewan yang umumnya renik
adalah bersifat herbivora yang memakan fitoplankton. Hampir seluruh zooplankton
sangat tergantung pada fitoplankton dan pada trophic level, zooplankton
menempati tingkat kedua setelah fitoplankton (Davis, 1955).
Struktur
komunitas dan pola penyebaran zooplankton dapat dijadikan sebagai salah satu
indikator biologi dalam menentukan perubahan kondisi perairan.
2.
Copepoda
Copepoda
merupakan kelompok entomostracan dengan jumlah spesies terbesar, yaitu sekitar
8.400 spesies, sebagian besar hidup bebas dan sekitar 25% nya sebagai
ektoparasit. Kebanyakan copepod terdapat di laut dan sebagian lagi di air
tawar, baik sebagai plankton maupun fauna interstisial.
Klasifikasi
Copepoda
Secara taksonomi
copepoda termasuk ke dalam klasifikasi sebagai berikut:
Kingdom : Animalia
Kingdom : Animalia
Filum : Arthtropoda
Subfilum : Crustacea
Kelas : Maxillopoda
Subkelas : Copepoda
Superordo : Gymnoplea
Ordo : Calanoida
Copepoda adalah
kelompok zooplankton yang memegang peranan penting dalam rantai makanan pada
suatu ekosistem perairan. Dalam industri pembenihan ikan laut dewasa ini,
copepoda mulai banyak dimanfaatkan sebagai pakan alami untuk larva ikan.
Copepoda cocok sebagai pakan larva ikan karena selain mempunyai nilai nutrisi
yang tinggi juga karena ukuran tubuh yang bervariasi sehingga sesuai tingkat
perkembangan larva ikan. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa copepoda
dapat meningkatkan pertumbuhan larva ikan laut yang lebih cepat dibandingkan
rotifer dan Artemia (Lavens dan Sorgelos, 1996)
Copepoda kaya
akan protein, lemak, asam amino esensial yang dapat mempercepat pertumbuhan,
meningkatkan daya tahan tubuh serta mencerahkan warna pada udang dan ikan.
Keunggulan copepoda juga telah diakui oleh beberapa peneliti lain, karena
kandungan DHA-nya yang tinggi, dapat menyokong perkembangan mata dan
meningkatkan derajat kelulushidupan larva. Copepoda juga mempunyai kandungan
lemak polar yang lebih tinggi dibandingkan dengan Artemia sehingga dapat
menghasilkan pigmentasi yang lebih baik bagi larva ikan (Mcevoy dkk., 1998
dalam Umar, 2002).
3.
Ciri-ciri Copepoda
Hewan terkuat di
dunia copepoda hanya memiliki panjang 1 milimeter. Kesuksesan evolusi copepoda
sangat terkait dengan kemampuan melarikan diri dari predator.
Copepoda
merupakan krustacea yang sangat banyak dijumpai diantara fitoplankton dan pada
tingkat tropik yang tinggi pada ekosisitem. Copepoda dewasa berukuran antara 1
dan 5 mm. Tubuh copepoda berbentuk silindrikonikal, dimana anterior lebih
lebar. Bagian depan meliputi 2 bagian yakni cephalotoraks (kepala dengan toraks
dan segmen toraks ke enam) dan abdomen yang lebih kecil dibandingkan
cephalotoraks. Pada bagian kepala memiliki mata di bagian tengah dan antenna
yang pada umumnya sangat panjang. Copepoda yang bersifat planktonik pada
umumnya suspension feeders (Lavens dan Sorgeloos, 1996).
Siklus Hidup
Copepoda jantan pada umumnya lebih kecil dibandingkan copepoda betina. Selama
melakukan reproduksi atau kopulasi, organ jantan berhubungan dengan betina
dengan adanya peranan antenna, dan meletakkan spermatopora pada bukaan seminal,
yang dilekatkan oleh lem semen khusus. Telur-telur umumnya lebih dekat ke
bagian kantung telur. Telur-telur ditetaskan sebagai nauplii dan setelah
melewati 5-6 fase nauplii (molting), larva akan menjadi copepodit. Setelah
copepodit kelima, akan molting lagi menjadi lebih dewasa. Perkembangan ini
membutuhkan waktu tidak kurang dari satu minggu hingga satu tahun, dan
kehidupan copepoda berlangsung selama enam bulan sampai satu tahun (Lavens dan
Sorgeloos, 1996). Dalam satu siklus hidup copepoda memerlukan waktu selama
kurang lebih 6-7 hari (Anindiastuti dkk., 2002).
Apabila kondisi
tidak memungkinkan untuk kelangsungan hidup, copepoda akan memproduksi cangkang
atau telur dormant (istirahat) seperti halnya kista. Hal ini juga menyebabkan
tingkat survival berlangsung dengan baik walapun kondisi lingkungan tidak
mendukung contohnya pada suhu dingin (Lavens dan Sorgeloos, 1996).
4.
Cara Reproduksi
Reproduksi dan
perkembangan Copepoda Dioecious. Betina mempunyai sebuiah atau sepasang ovary
dan sepasang seminal receptacle. Copepod jantan yang hidup bebas biasanya
mempunyai sebuah testes dan membentuk spermatofora.
Pada waktu kopulasi, copepod jantan memegang yang betina dengan antenna pertama atau kaki renang keempat atau kelima yang berbentuk capit, dan melekatkan spermatofora pada betina pada pembuahan seminal receptacle. Sekali kopulasi dapat digunakan untuk membuahi 7 sampai 13 kelompok telur. Telur yang telah dibuahi dierami dalam sebuah atau sepasang kantung telur. Tiap kantung telur berisi antara 5 sampai 50 butir telur. Cyclops mengerami telur sampai selama 12 jam sampai 5 hari, maka kantung telur hancur dan keluarlah larva yang disebut nauplius. Kemudian copepod betina tersebut akan menghasilkan kantung baru dan kelompok telur baru. Stadia nauplius sebanyak 5 atau 6 instar, kemudian menjadi copepodidi sebanyak 5 instar, dan akhirnya menjadi dewasa. Copepod dewasa tidak mengalami pergantian kulit. Perkembangan dari telur sampai dewasa memakan waktu antara satu minggu sampai satu tahun. Copepod hidup bebas berumur antara 6 bulan sampai satu tahun lebih. Untuk mempertahankan diri terhadap lingkungan buruk, beberapa caponoid dan harpaticoid air tawar menghasilkan telur dengan cangkang tipis dan telur dorman dengan cangkang tebal. Jenis air tawar yang lain, ada instar copepodid atau dewasa melakukan estivasi dengan membungkus diri dengan selubung organic yang keras dan menjadi siste. Selain untuk mempertahankan diri terhadap lingkungan buruk, telur dorman atau siste juga merupakan sarana penyebaran keturunan.
Copepod hidup
bernafas dengan permukaan tubuh. Kelenjar makila merupakan alat ekskresi. Tidak
ada jantung ataupun pembuluh darah. Darah beredar dalam hemocoel karena adanya
gerakan otot, apendik saluran pencernaan. Hanya calanoid yang mempunyai jantung
semacam kantung. Susunan syaraf terpusat, dan benang syaraf tidak melewati
thorax. Copepoda yang hidup sebagai parasit lebih dari 1000 spesies. Kebanyakan
sebagai ektoparasit, namun banyak juga sebagai endoparasit dalam tubuh
polychaeta, usus leli laut, saluran pencernaan tunica dan kerang, bahkan pada
crustacea lain. Endoparasit acapkali tidak mempunyai mulut, dan makanan
diabsorbsi langsung dari inang.
Beberapa jenis
copepoda telah dikembangkan untuk dibudidayakan khususnya di manca negara.
Copepoda tersebut termasuk kelompok harpacticoid dan calanoid.
Perairan Indonesia kaya akan kehadiran berbagai jenis copepoda, memiliki peluang besar untuk memilih jenis pakan hidup yang unggul sebagai pakan alternatif atau pengganti Artemia yang saat ini harganya kian melambung.
Perairan Indonesia kaya akan kehadiran berbagai jenis copepoda, memiliki peluang besar untuk memilih jenis pakan hidup yang unggul sebagai pakan alternatif atau pengganti Artemia yang saat ini harganya kian melambung.
Menurut Sutomo
(2003), copepoda laut jenis Tigriopus brevicornis, dapat hidup pada kisaran
salinitas yang cukup luas yakni mulai dari 10 sampai 40 ppt, namun pada
salinitas 10 ppt tidak didapatkan copepoda yang bertelur. Hasil penelitian lain
menyatakan bahwa copepoda dapat dikultur di air laut dengan salinitas 25-30 ppt
(Lavens dan Sorgeloos, 1996).
Menurut
Anindiastuti dkk. (2002), untuk mengkultur copepoda pada skala laboratorium
sebaiknya menggunakan air laut yang steril bersalinitas 25 ppt. Sementara itu
copepoda di perairan umum dapat hidup pada salinitas antara 26,50 dan 35,67 ppt
(Levinton, 1982 dalam Umar, 2002). Dengan demikian, salinitas yang optimum
untuk perkembangan copepoda laut belum diketahui secara pasti.
DAFTAR
PUSTAKA
Anindiastuti, Kadek Ari W.
& Supriya, 2002. BudidayaMassal Zooplankton. dalam Budidaya Fitoplanktondan
Zooplankton. Balai Budidaya Laut Lampung,Dirjen Perikanan Budidaya. Dep.
Kelautan danPerikanan. Seri Budidaya Laut 9 : 78-96.
Davis, 1955. The Marine And Fresh Water Plankton.
Michigan State University Press. United State Of America.
Lavens P, P Sorgeloos. 1996. Manual on the production
and use of live food for
aquaculture. FAO, Fisheries Technical Paper. No. 361. Rome, FAO. pp. 7
-42.
Nontji,
Anugerah, Dr. 1987. Laut Nusantara. Penerbit Djambatan. Jakarta
Raymont, J. E. E. 1983. Plankton and Productivity in
the Ocean. 2nd
edition. Pergamon Press, Oxford. 770 pp.
edition. Pergamon Press, Oxford. 770 pp.
Sutomo. 2003.Pengarus Salinitas dan Jenis Mikroalga (Chaetoceros gracilis dan Nannochloropsis oculata) Terhadap
Perkembangan Naupli dan Pertumbuhan Copepoda (Tigriopus brevicornis)
Umar, C. 2003. Struktur Komunitas dan Kelimpahan
Fitoplankton dalam Kaitannya dengan Kandungan Unsur Hara (Nitrogen dan Fosfor)
dari Budidaya Ikan dalam Keramba Jaring Apung di Waduk Ir. H. Juanda Jatiluhur
Jawa Barat. Tesis. Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor. 94 p
Selasa, 08 Oktober 2013
FORMULASI
PAKAN IKAN
Komposisi pakan buatan disusun berdasarkan
kebutuhan zat gizi setiap jenis ikan maupun udang.
Komposisi ini sering disebut formulasi pakan. Formulasi
yang baik berarti mengandung semua zat gizi yang
diperlukan ikan dan secara ekonomis murah serta mudah
diperoleh sehingga memberikan keuntungan. Penyusunan
formulasi pakan terutama memperhatikan nilai
kandungan protein karena zat ini merupakan komponen
utama untuk pertumbuhan ikan. Setelah diketahui
kandungan protein dari pakan yang akan dibuat maka
langkah selanjutnya adalah perhitungan untuk komponen
zat-zat gizi yang lain
Senin, 07 Oktober 2013
Laporan FRHA
REPRODUKSI IKAN GUPPY DAN CUPANG DENGAN PENGAMATAN HISTOLOGI MENGGUNAKAN METODE ASETOKARMIN
Aan Pratama
1114111001
ABSTRAK
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui struktur morfologis dan histologis gonad ikan guppy dan cupang. Struktur morfologis gonad jantan dan betina dideskripsikan berdasarkan ukuran, keadaan permukaan,warna dan tingkat kepenuhan dalam abdomen. Struktur histologis gonad jantan dicirikan dengan adanyaspermatosit, spermatid dan spermatofor dengan metode pewarnaan asetokarmin, sedangkan gonadbetina dideskripsikan berdasarkan perkembangan oosit, keadaan nukleus, dan deposit kuning telur denganmetode pewarnaan asetokarmin. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa secara morfologis testes berwarna putih kecoklatan, permukaan halus, sedangkan ovarium berwarnaputih, abu-abu sampai merah tua, permukaan halus sampai kasar.Secara histologis, pada testes terlihat adanya spermatosit, spermatid, dan spermatozoa yang terbungkusdalam spermatofor, sedangkan pada ovarium terlihat adanya oosit yang berada pada stadia awal sampai berkembang.Pada praktikum ini untuk pengamatan bentuk gonad digunakan ikan guppy dan ikan cupang. Praktikum ini dilakukan pada tanggal 29 April 2013 di Laboratorium Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung.
kata kunci : asetokarmin, gonad ikan guppy, gonad ikan cupang, spermatozoa.
I. PENDAHULUAN
Teknik pembedaan jenis kelamin antara lain dapat dilakukan dengan pemeriksaan ciri-ciri kelamin dan pemerikasaan gonad. Identifikasi gonad untuk ikan dewasa relatif mudah dilakukan karena ukuran gonad yang cukup besar. Namun pada ikan muda yang ukuran gonadnya kecil biasanya harus melalui metoda khusus
Salah satu teknik dalam pemeriksaan gonad ikan-ikan kecil yaitu dengan pewarnaan gonad dengan menggunakan larutan asetokarmin. Asetokarmin adalah larutan pewarna yang digunakan untuk mewarnai gonad untuk pemeriksaan dengan mikroskop. Metoda ini memiliki beberapa kelebihan antarra lain, praktis, mudah, dan cepat pengerjaannya, tidak perlu peralatan khusus, dan relatif mudah. Oleh karena itu pemahaman dan penguasaan dalam keterampilan pemeriksaan gonad metoda asetokarmin sangat diperlukan.
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dari gonad ikan baik jantan maupun betina secara primer.
II. TINJAUAN PUSTAKA
a. Pengertian Asetokarmin
Asetokarmin merupakan salah satu modifikasi teknik pewarnaan yang paling populer terutama dalam bidang sitogenetika untuk penelaahan kromosom (Gunarso, 1989). Pewarna asetokarmin terdiri dari bubuk karmin dan asam asetat 45%. Karmin merupakan zat warna yang terbuat dari eksrak kochinil yang merupakan hasil gerusan serangga Coccus cacti yang dikeringkan (Gunarso, 1989). Identifikasi gonad dengan larutan asetokarmin dibuat hanya dilakukan untuk tujuan penelitian atau mencari data awal (Zairin Jr., 2002).
b. Fungsi Asetokarmin
Larutan asetokarmin berfungsi sebagai pewarna yang digunakan untuk mewarnai jaringan pada gonad ikan. Karena asetokarmin berwarna merah terang. Sehingga mempermudah mengamati jaringan gonad ikan.
c. Histologi Ikan Cupang dan Ikan Guppy
Gonad jantan pada ikan B. splendens(ikan cupang) memiliki bentuk yang lebih kecil dan halus serta terlihat letak sperma yang menyebar dalam jumlah yang banyak. Gonad jantan didominasi oleh jaringan ikat dan terdapat tubulus seminifer. Berbeda dengan gonad betina yang memiliki bentuk bulat dan oval dengan inti di tengahnya, dalam lamella terdapat septa sebagai penunjang, sitoplasma lebih tebal dan terdapat beberapa nukleus. Memiliki ukuran gonad lebih besar dari gonad jantan. Pada ikan dari genus Poeciliata(ikan guppy) terdapat kesamaan ciri (Jatilaksono, 2008).
III. METODOLOGI
a. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada tanggal 29 April 2013 pada hari senin pukul 15.00-17.00 di Laboratorium Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung.
b. Alat dan Bahan
Pada praktikum ini digunakan alat dan bahan seperti, mikroskop, alat bedah ikan (guppy dan cupang), larutan asetokarmin, albumin, tissue, gelas obyek dan gelas penutup, pipet tetes.
c. Metode Kerja
1. Pembuatan Larutan Asetokarmin
• Larutan 0,6 bubuk karmin dalam 100 ml asam asetat glacial 45%
• Didihkan selam 2-4 menit kemudian didinginkan.
• Stealah dingin larutan disaring mengguanakn kertas saring untuk memiosahkan partikel kasarnya.
• Simpan larutan dalam botl yang ditutup rapat dan simpan pada suhu ruang.
2. Pemeriksaan Gonad
• Ambil ikan kemudian bedah.
• Isi perut diangkat gonad yang terletak dibawahnya terlihat.
• Letakkan gonad diatas gelas obyek yang telah diolesi albumin.
• Beri larutan asetokarmin 2-3 tetes.
• Cincang gonad dengan pisau skapel sampai halus kemudian tutp dengan gelas penutup.
• Gonad siap diamati dibawah mikroskop.
IV. PEMBAHASAN
Karakteristik gonad jantan dan betina sangat berbeda. Gonad jantan memiliki ukuran kecil, berwarna putih susu, dan berpasangan. Gonad betina agak mirip gonad jantan, tetapi berwarna agak kekuningan dan diselubungi lemak. Bentuknya relatif hampir sama untuk semua jenis ikan. Kadang-kadang di dalam gonad yang sama dapat dijumpai sekaligus bakal testis dan bakal ovari. Dengan pewarnaan asetokarmin, sel bakal sperma tampak berupa titik-titik kecil berjumlah banyak. Sel bakal telur tampak berbentuk bulatan besar dan bagian inti berada ditengah dengan warna lebih pucat dikelilingi sitoplasma yang berwarna merah.
Teknik pembedaan jenis kelamin dapat dilakukan dengan pewarnaan gonad menggunakan larutan asetokarmin. Larutan ini berfungsi untuk memudahkan identifikasi gonad ikan. Metoda ini memiliki beberapa kelebihan antara lain praktis, mudah, tidak perlu peralatan khusus dan relatif murah. Identifikasi gonad untuk ikan dewasa dapat dilakukan dengan mudah karena ukuran gonad yang relatif besar, namun untuk ikan kecil biasanya harus melalui metoda khusus. Penentuan jenis kelamin dipengaruhi oleh dua faktor yaitu lingkungan dan genetis.Acetokarmin merupakan salah satu modifikasi teknik pewarnaan yang digunakan untuk mewarnai gonad untuk pemeriksaan dengan mikroskop. Metode ini memilik beberapa kelebihan antara lain, praktis, mudah dan cepat pengerjaannya, tidak perlu peralatan khusus dan relative mudah.(Anonim,2011). Dalam metode ini, gonad ikan diambil untuk diperiksa. Setelah gonad terambil, maka dicacah dan ditetesi 2-3 tetes asetokarmin yang diletakkan di objek glass. Setelah dicacah ditutup cover glass dan diamati dibawah mikroskop.
Pada praktikum ini terdapat kendala seperti tidak teridentifikasinya gonad baik jantan maupun betina dikarenakan pewarnaan pewarnaan yang kurang tepat serta mikroskop yang ada dilaboratorium yang tidak dapat digunakan secara maksimal dikarenakan cuaca yang pada saat praktikum hujan sehingga tidak terdapat cahaya matahari yang akan digunakan untuk pengamatan dengan mikroskop cahaya. Dan juga tingkat kesulitan dalam menemukan gonad ikan yang ukurannya kecil, karena gonad ikan kecil relatif kecil sehingga sulit untuk diambil. Kelemahan metode asetokarmin ini yaitu ikan yang diambil gonadnya harus dimatikan (Zairin Jr., 2002).
Pada gambar yang diperoleh menunjukan bahwa pada gonad jantan memiliki bentuk yang lebih kecil dan halus serta terlihat letak sperma yang menyebar dalam jumlah yang banyak. Berbeda dengan gonad betina yang memiliki bentuk bulat besar dengan inti di dalam. Pengamatan gonad yang dilakukan oleh praktikan tidak berbeda jauh dengan gambar gonad pada literatur. Syandri dalam jatilaksono (2008) memaparkan yaitu bahwa gonad betina atau ovarium berbentuk bulat dan oval, dalam lamella terdapat septa sebagai penunjang, sitoplasma lebih tebal dan terdapat beberapa nukleus. Memiliki ukuran gonad lebih besar dari gonad jantan. Sedangkan gonad jantan didominasi jaringan ikat dan terdapat tubulus seminifer.
Histology gonad jantan Cupang histology gonad betina Cupang
Keterangan :
1. Spermatozoa
2. Nucleus
3. Sitoplasma.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
Dari praktikum yang sudah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa pengamatan histologi gonad jantan dan betina menggunakan larutan asetokarmin cukup berhasil dalam artian praktikan mampu membedakan gonad jantan dan betina dengan metode asetokarmin.
Saran yang ingin disampaikan oleh praktikan adalah kedisiplinan praktikan dalam melaksanakan praktikum harus lebih ditingkatkan, kemudian asisten dosen harus menyiapkan larutan minyak cengkeh untuk proses anastesi ikan agar tidak terus-terusan menyiksa ikan ketika dibedah.
DAFTAR PUSTAKA
Gunarso, Wisnu. 1989. Mikroteknik. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas Ilmu Hayat Institut Pertanian Bogor.
Jatilaksono M. 2008. Pemeriksaan Gonad Ikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Junior, Z. M. Sex Reversal Memproduksi Benih Ikan Jantan atau Betina. Depok: Penebar Swadaya.
Zairin Jr., M. 2002. Sex Reversal Memproduksi Benih Ikan Jantan atau Betina. Jakarta: Penebar Swadaya.
Senin, 15 April 2013
PARASIT JAMUR PADA IKAN
I.
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penyakit
ikan merupakan salah satu kendala dalam usaha budidaya perikanan. Hal ini
disebabkan karena wabah penyakit dapat menimbulkan kematian ikan maupun udang
budidaya. Tingginya tingkat kematian ikan budidaya dapat menurunkan produksi
perikanan sehingga nilai pendapatan yang diperoleh menjadi turun jika
dibandingkan dengan jumlah modal yang harus dikeluarkan untuk keperluan
budidaya seperti pembelian benih, pakan, pembuatan tambak atau kolam, upah
tenaga kerja dan lain sebagainya. Disamping itu, ikan yang sakit juga akan
memiliki nilai jual yang jauh lebih rendah dari kondisi normal terlebih untuk
ikan-ikan yang dijual dalam kondisi hidup seperti kerapu dan lobster.
Berdasarkan
penyebabnya, penyakit pada ikan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu penyakit
infeksi dan penyakit non-infeksi. Penyakit infeksi merupakan penyakit yang
disebabkan oleh infeksi patogen kedalam tubuh inang. Patogen penyebab penyakit
pada ikan dapat berupa virus, bakteri, parasit dan jamur (Lavilla Pitogo,
2001). Sedangkan penyakit non-infeksi merupakan penyakit yang disebabkan oleh
selain infeksi patogen, misalnya penurunan kualitas lingkungan, kekurangan
pakan (malnutrisi), dan cacat secara genetik (Erazo-Pagador, 2001).
Organisme
yang diserang penyakit pada umumnya berasal dari kelompok hama, parasit, dan
non parasit. Namun, yang paling banyak menimbulkan kerugian adalah penyakit
yang disebabakan oleh parasit. Penyakit yang disebabakan oleh parasit biasanya
sulit untuk dideteksi oleh para petani ikan karena terdapat banyak parasit yang
dapat menimbulkan penyakit dengan gejala yang sama. Kerugian yang ditimbulkan
oleh parasit bergantung pada beberapa faktor, yaitu umur biota yang sakit,
persentase populasi yang terserang penyakit, parahnya penyakit, dan adanya
infeksi sekunder. Parasit yang dapat menyerang organisme budidaya adalah dari
jenis virus, bakteri, jamur, protozoa, golongan cacing dan udang renik.
Serangan parasit biasanya terjadi pada kolam yang kualitas airnya buruk atau
kolam yang tidak terawat.
Faktor
lain yang membuat serangan parasit susah dicegah adalah minimnya peralatan yang
dimiliki untuk mendeteksi parasit tersebut. Hal ini sangat membahayakan para
petani ikan karena akan menimbulkan kerugian yang sangat besar. Untuk itu,
sebagai mahasiswa yang akan berkecimpung di dunia budidaya perairan, maka perlu
dilatih dasar-dasar untuk mendeteksi parasit yang menyerang ikan agar dapat
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah menyelesaikan studinya nanti.
1.2
Tujuan
Adapun
tujuan dari praktikum parasit ini adalah:
1. Untuk
mengetahui jenis-jenis parasit yang menginfeksi ikan
2. Agar
mahasiswa mengetahui cara menanggulangi penyakit pada ikan
3. Mengetahui
gejala klinis ikan yang terserang parasit.
II.
TINJAUAN
PUSTAKA
Menurut definisinya penyakit
diartikan sebagai suatu proses atau kondisi yang abnormal dari tubuh atau
bagian-bagian tubuh ikan yang mempunyai suatu karakteristik yang membedakannya
dengan keadaan normal (Manoppo, 1995). Hama merupakan mikroorganisme atau makroorganisme
yang mengakibatkan penyakit atau sering disebut organisme patogen. Lebih lanjut
Afrianto dan Liviawaty (1992), menerangkan bahwa penyakit merupakan bagian dari
siklus hidup suatu organisme yang bersifat parasit yang menggangu terhadap organisme
lain yang ditumpanginya.
Hama dan Penyakit Ikan (HPI)
adalah semua organisme yang dapat merusak, mengganggu kehidupan atau
menyebabkan kematian pada ikan, sesuai dengan Undang-Undang No. 16 Tahun 1992
pasal 1 ayat 3, sedangkan pasal 1 ayat 5 menyebutkan bahwa Hama dan Penyakit
Ikan Karantina (HPIK) adalah semua hama dan penyakit ikan yang ditetapkan
pemerintah untuk dicegah masuknya ke dalam atau tersebarnya di dalam Wilayah
Negara Republik Indonesia.
Pengendalian penyakit perlu dilakukan secara dini.
Berkaitan dengan upaya penanggulangan dan pemberantasan penyakit diperlukan
informasi mengenai jenis patogen, jenis ikan yang terserang dan waktu
kejadiaannya (Hoffman 1987).
Infeksi jamur pada ikan
biasanya disebabkan oleh jamur dari genus Spaprolegnia dan Achyla. Jamur
biasanya hanya akan menyerang jaringan luar tubuh ikan yang rusak sebagai
akibat luka (Ulcer) atau penyakit lain. Jamur dapat pula menyerang telur
ikan. Selain karena luka, kehadiran jamur dapat pula disebabkan atau
dipicu oleh kondisi air akuarium yang buruk, baik secara fisik maupun
kimia. Ikan-ikan berusia tua diketahui sangat rentan terhadap infeksi
jamur. Pada saat ini, dengan banyaknya fungisida (obat anti jamur), maka
serangan jamur sedikit banyak akan dapat ditangani dengan lebih mudah. Saat
ini, jamur yang termasuk berbahaya dan tergolong Hama Penyakit Ikan Karantina
yaitu Aphanomyces astacii. Jamur ini menyebabkan penyakit yang sering disebut
EUS (Epizootic Ulcerative Syndrome). Namun masih jarang sekali jamur ini
ditemukan (anonim, 2011).
Protozoa merupakan hewan
uniseluler yang hidup soliter atau berkoloni, diperkirakan 50.000 spesies
Protozoa yang sudah teridentifikasi. Habitat Protozoa adalah air laut, payau,
air tawar, daratan yang lembab dan pasir kering. Sebagian besar Protozoa hidup
bebas dan menjadi makanan organisme yang lebih besar. Beberapa Protozoa hidup
sebagai parasit, diantaranya parasit pada ikan, yaitu : Tichodina, Ichthyoptirius, dan Heneguya
(Suwignyo dkk., 1997). Parasit Protozoa dapat besifat fakultatif, obligat,
ektoparasit dan endoparasit (Mollers dkk., 1986).
Noble dan Noble (1989),
menyatakan bahwa berdasarkan alat geraknya Protozoa dibedakan atas lima
golongan yaitu : Sarcomastighopora,
Sarcodina, Apicomplexa, Ciliophora dan Myxozoa. Sarcomastighopora mencakup
kelompok Mastighopora yang
menggunakan flagella sebagai alat geraknya dan meliputi semua Protozoa yang
memiliki satu atau lebih flagel pada seluruh stadia dalam siklus hidupnya.
Sebagian besar Mastighopora hidup
bebas, ditemukan pada berbagai habitat tetapi banyak yang bersimbiosis
(komensalisme, mutualisme dan parasitisme) dengan vertebrata dan avertebrata. Mastighopora dibagi dalam tiga kelas,
yaitu : Phytomastighopora,
Zoomastighopora dan Opalinata.
Phytomastighopora yang bersifat parasit pada ikan adalah Amyloodinium pillularis. Parasit ikan
yang berasal dari kelas Zoomastighopora adalah Ichtyobodo necatrix yang menginfeksi
kulit dan insang berbagai ikan air tawar. Cryptobia
menginfeksi insang, usus dan darah ikan air tawar dan air laut (Grabda, 1991).
Platyhelminthes berasal dari
bahasa yunani ‘platy’ yang berarti
pipih dan ‘helminthes’ yang berarti
cacing. Filum ini merupakan kelompok hewan yang peratama kali memeprlihatkan
pembentukkan lapisan ketiga (mesodermis). Keberadaan mesodermis pada embrio
memungkinkan terbentuknya sebagian besar system organ pada Platyhelminthes.
Terbentuknya mesodermis dan system organ bersamaan dengan pembentukkan daerah
anterior, posterior dan terjadinya simetri bilateral. Tubuh bagian anterior
merupakan bagian yang pertama kali berhadapan dengan lingkungan pada saat
berjalan dan mempunyai indera paling banyak dibandingkan posterior (Suwignyo
dkk., 1997).
Filum platyhelminthes tidak
memiliki organ khusus untuk bergerak. Gerakannya merupakan akibat dari
kontraksi kantung dermomuskular. System reproduksi berkembang sangat baik dan
mengisi hampir seluruh tubuhnya. Filum Platyhelminthes terdiri dari empat
kelas, yaitu Monogenea, Cestodaria, Cestoda dan Trematoda (Grabda, 1991).
Berdasarkan
daerah penyebaran, penyakit atau parasit ikan dapat dibagi menjadi 3 golongan
yaitu:
1.
Penyakit atau parasit pada kulit.
Penyakit atau
parasit ini menyerang bagian kulit ikan sehingga dengan mudah dapat dideteksi.
Apabila organisme penyebabnya berukuran cukup besar, maka dengan mudah dapat
langsung diidentifikasi. Akan tetapi bila berukuran kecil harus di identifikasi
dengan mempergunakan sebuah mikroskop atau dengan mengamati akibat yang
timbulkan oleh serangan organisme-organisme tersebut. Biasanya ikan yang
terserang akan terlihat menjadi pucat dan timbul lendir secara berlebihan.
Organisme yang menyerang bagian kulit dapat berasal dari golongan bakteri,
virus, jamur atau lainnya. Bila disebabkan oleh jamur, maka akan terlihat
bercak-bercak berwama putih, kelabu atau kehitam-hitaman pada kulit ikan. Ikan
yang mengalami serangan penyakit atau parasit pada kulitnya, biasanya akan
menggosok-gosokkan badannya kebenda-benda disekelilingnya sehingga sering kali
menimbulkan luka baru yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi sekunder.
2.
Penyakit atau parasit pada insang.
Penyakit atau
parasit yang menyerang organ insang agak sulit untuk dideteksi secara dini
karena menyerang bagian dalam ikan. Salah satu cara yang dianggap cukup efektif
untuk mengetahui adanya serangan penyakit atau parasit pada insang adalah
mengamati pola tingkah laku ikan. Ciri utama ikan yang terserang organ
insangnya adalah menjadi sulit untuk bernafas. Selain itu, tutup insang akan
mengembang sehingga sulit untuk ditutup dengan sempurna. Jika serangannya sudah
meluas, lembaran-lembaran insang menjadi semakin pucat. Sering pula dijumpai
adanya bintik-bintik merah pada insang yang menandakan telah terjadi pendarahan
(peradangan). Jika terlihat bintik putih pada insang, kemungkinan besar di
sebabkan oleh serangan parasit kecil yang menempel.
3.
Penyakit atau parasit pada organ dalam.
Ciri utama ikan
yang terkena serangan penyakit atau parasit pada organ (alat-alat) dalamnya
adalah terjadi pembengkakan di bagian perut disertai dengan berdirinya sisik.
Akan tetapi dapat terjadi pula bahwa ikan yang terserang organ dalamnya
memiliki perut yang sangat kurus. Jika pada kotoran ikan sudah dijumpai bercak
darah, ini berarti pad usus terjadi pendarahan (peradangan). Jika serangannya
sudah mencapai gelembung renang biasanya keseimbangan badan ikan menjadi
terganggu sehingga gerakan berenangnya jungkir balik tidak terkontrol (Sachlan,
2002).
III.
METODOLOGI
3.1
Waktu dan
Tempat
Praktikum
parasit dan penyakit organisme akuatik dilakukan pada tanggal 28 maret 2013
pukul 13.00 wib s.d selesai. Bertempat di gedung K, laboratorium budidaya
perairan, fakultas pertanian, universitas lampung.
3.2
Alat dan
Bahan
Adapun
alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah alat bedah lengkap 2
buah, pipet tetes, botol film, mikroskop cahaya, ikan yang sakit, formalin 10%,
buku identifikasi dan aquades.
3.3
Cara Kerja
Adapun
langkah-langkah kerja dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
1. Parasit
a. Dikoleksi
ikan dan udang dari berbagai sumber, TPI (tempat pelelangan ikan), kolam
budidaya, dan tambak.
b. Untuk
ikan yang masih hidup dicatat perilaku ikan dan udang ketika dikolam yang
menunjukkan gejala tidak normal.
c. Dikoleksi
parasit dari bagian eksternal; sisik, sirip, dan insang.
d. Dibedah
ikan dan koleksi parasit dibagian internal: saluran pencernaan, kepala, mata.
e. Diamati
parasit dibawah mikroskop
f. Diidentifikasi
parasit
g. Parasit
disimpan kembali dalam botol film yang berisi larutan formalin 10% dan diberi
nama parasit, inang, tanggal pengambilan, dan lokasi sampel.
2. Jamur
a.
Diambil sampel ikan
dan udang yang terinfeksi jamur. Sampel bisa dari telur dan larva atau ikan
dewasa yang menunjukkan gejala terinfeksi jamur (biasanya terdapat hifae di
sekitar tubuh sampel inang)
b.
Diamati tingkah laku
ikan di kolam ketika pengambilan
c.
Diamati gejala
eksternal dan internal sampel
Langganan:
Postingan (Atom)
